Senin, 03 Februari 2014

Perang Arab Israel

I.          FAKTA DAN SEJARAH KONFLIK ARAB-ISRAEL
Berikut merupakan kronologi perseteruan antara Arab dengan Israel
1948 M Inggris mundur dari Palestina karena mandatnya dari PBB sudah habis. Para pemukim Yahudi mengumumkan kemerdekaan negara Israel, sambil melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih amat lemah, sehingga menimbulkan peperangan dengan negara-negara Arab tetangganya. Sebelum pelaksanaan pembagian wilayah, Israel berhasil merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB. Sedangkan tepi barat (wilayah Yordania) Jalur Gaza (wilayah Mesir) masih berada di tangan Arab.
1948 13 Mei Atas perintah Inggris pasukan Yordania yang dipimpin oleh panglima bangsa Inggris ditarik dari Palestina bersama pencegahan passukan-pasukan Arab lainnya memasuki Palestina. Itu semua menjelang habisnya masa perwalian Inggris di Palestina. Gerombolan-gerombolan bersenjata Zionis menyerang dan membantai Pribumi Palestina termasuk perempuan dan anak-anak dalam jumlah yang mengerikan di
ssetiap kota dan desa, antara lain Dyr Yassin, Haifa, Yerussalem, Jaffa dan
Theberia dll. Kota-kota dan desa-desa tersebut direbut dan penduduknya
mereka kosongkan, sebagian terbantai dan sebagian mengungsi ke luar.
1948 14 Mei Yahudi mengumumkan berdirinya negara Zionis Israel disaat yang tepat, yaitu sehari sebelum Inggris resmi meninggalkan Palestina dalam masa perwaliannya yang hampir habis. Hingga lahirlah negara baru Israel dalam perlindungan imperialis Inggris. Suatu perencanaan yang paling cermat dalam sejarah imperialisme.
1948 15 Mei Inggris resmi meniggalkan Palestina saat agresi Yahudi
bersenjata masih berlangsung terhadap rakyat Palestina yang masih amat
lemah. Suatu kesempatan bagi Yahudi untuk menduduki lebih banyak lagi
wilayah sebelum pelaksanaan pembagian wilayah oleh PBB bila sudah
diserahkan Inggris. Gerombolan Zionis Israel dari gerombolan Hagana, Irgun dan lainnya dengan brutal masih menyerbu, kini ke Negeve (selatan Palestina) di saat pejuang Palestina makin terpojok. Dua negar Arab, Irak dan Yordania di bawah Abdullah dan Raja Abdullah telah diatur oleh Inggris berkhianat kepada rakyat Palestina. Belakangan diketahui bahwa tanpa sepengetahuan dunia Arab, Raja Abdullah telah berkhianat dengan membuat persetujuan rahasia dengan Inggris. Ia menyetujui pembagian Palestina. Ini disembunyikan dengan rapi, dengan membuat pernyataan palsu tentang pembelannya terhadap Palestina.
1948 Oktober Akhirnya Yahudi merebut Negeve (Negeb) karena segala kemudahan dari Inggris, disebabkan pula oleh keterpukauan para pemimpin Arab saat itu. Inggris menyadari benar arti pentingnya Negeve untuk menguasai terusan Suez.
1948 2 Desember Protes keras Liga Arab karena tindakan Amerika serta usaha-usaha sekutunya Inggris berupa dorongan-dorongan dan fasilitas yang mereka berikan terus bagi imigrasi Zionis ke Palestina.
1956 Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menasionalisasikan terusan Suez. 29 Oktober Israel dengan bantuan pasukan Inggris dan Perancis melancarkan serangan ke semenanjung Sinai sampai mendekati terusan Suez. Karena mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat, Inggris dan Perancis menarik pasukannya. Peristiwa ini sebagai bukti, Zionis adalah ujung tombak imperialis Barat di Timur Tengah.
1958 Perang saudara di Libanon meletus untuk pertama kalinya sebagai kelanjutan dari politik devide et impera yang ditanamkan Inggris dan Zionis. 1964 Para pemimpin Arab memutuskan pembentukan PLO (Palestina Liberation Organitation).
1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syiria selama enam hari dengan dalih serangan pencegahan. Israel berhasil merebut semenanjung Sinai dan jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara ketiga negara itu karena memperoleh bantuan informasi intelejen yang berasal dari Amerika sebelum melaksanakan serangan itu.
1967 Nov. Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang enam hari, pengakuan semua negara di kawasan itu dan menyelesaikan secara adil masalah pengungsi Palestina.
1968 Israel melancarkan serangan ke Libanon dengan sasaran pangkalan pejuang Palestina di kamp pengungsi Karameh, namun kemudian dipukul mundur oleh pejuang Palestina dan tentara Yordania.1969 Yasser Arafat terpilih sebagai ketua Komite Eksklusif PLO.
1970 Karena kekuatan-kekuatan kelompok-kelompok gerilyawan Palestina di Yordania semakin kuat dan berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina, menimbulkan permusuhan antara PLO dan Yordania, karena negara itu sebagai basis PLO dikecam oleh opini dunia. Akibatnya timbul perang saudara antara PLO dengan Yordania dan berakhir dengan pengusiran markas PLO dari Yordania ke Libanon.
1973 6 Oktober Mesir dan Syiria menyerang pasukan Israel di semenanjung Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasa Yahudi Yom Kippur, untuk merebut kembali wilayahnya yang diduduki Israel. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober.
1973 22 Oktober Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 338, sebagi perintah gencatan senjata, pelaksanaan resolusi 242 dan perundingan
perdamaian di Timur Tengah.
1974 PLO ditegaskan sebagi wakil yang sah dari bangsa Palestina dalam sebuah konferensi puncak Negara-negara Arab di Rabat, Marokko.
1975 Kembali meletus perang saudara antar golongan di Libanon sebagai buah dari bibit yagn ditanam dulu oleh imperialis dan Zionis.
1977 Presiden Mesir Anwar Sadat pergi ke Yerussalem tanpa berkonsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel bersedia mengembalikan seluruh semenanjung Sinai. Tindakan ini mengakibatkan sistem Arab pecah menjadi beberapa kubu dan pertentangan pandangn politiknya. Negara-negara Arab mengecam pemimpin Mesir itu sebagai pengkhianat.
1978 September Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Perjanjian itu memberikan otonomi terbatas kepada Rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan. Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Peristiwa ini mengakibatkan Mesir terisolir dari gelanggang politik Arab.
1979 17 Menteri Luar Negeri yang secara kolektif merupakan dewan Liga Arab membentuk Komite Solidaritas Arab mengatasi gejolak-gejolak perpecahan di dalam sistem Arab.
1979 Ayatullah Khomeine memaklumkan Revolusi Islam di Iran yang
menumbangkan rezim Syah Reza Pahlevi.
1980 Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalaem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota Israel. Suatu Kesewenangan yang kesekian kalinya menampar prinsip keadilan di bumi ini. 1980 Pecah perang Iran-Irak yang berkepanjangan sampai 8 tahun.
1982 Juni hingga Nopember Israel menyerang Libanon (mereka menamakan operasi Galilea), dan bersama-sama milisi Phalangis membantai ratusan orang Palestina di perkemahan kaum pengungsi Sabra dan Shatila di Beirut. Pemimpin Phalangis Bashir Gemayel terbunuh.
1983 Kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Korps Marinir Amerika di Beirut diledakan bom mobil bunuh diri.
1987 ‘Intifadah’ – perlawanan oleh orang-orang Palestina tanpa senjata terhadap tentara Israel mulai meledak di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
1988 Des. Menlu Amerika, George P. Schultz membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat mau mengakui hak keberadaan negara Israel.
1989 Mei Perdana Menteri Israel, Yitzhak Shamir, menyerukan pengakhiran keadaan perang antara negara-negara Arab dan Israel, dan pengakhiran boikot Arab terhadap Israel, serta mengajukan rencana perundingan perdamaian Arab-Israel, tetapi menolak berunding dengan PLO. Bulan September, Mesir menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan awal antara Israel dan wakil-wakil Palestina.
1989 Okt. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, James Baker, mengajukan rencana lima butir perdamaian Timur Tengah, sebagai gabungan rencana Israel dan Mesir untuk melaksanakan pertemuan tiga pihak, yakni Mesir, Israel dan Amerika Serikat guna mengadakan perundingan Israel dan Palestina.
1990 Agustus Irak menyerbu Kuwait. Ketua PLO Yasser Arafat menyatakan mendukung Presiden Irak Saddam Hussein. Terjadi lagi perpecahan dan pergeseran persekutuan antar Arab menjadi dua kubu.
1991 Maret Presiden Amerika Serikat George Bush menyatakan berakhirnya perang teluk dan membuka kesempatan bagi penyelesian konflik Arab-Israel. 1991 Okt. Negara-negara Arab dan Israel mengadakan perundingan di Madrid, Spanyol dengan sponsor Amerika Serikat dan Uni Soviet, untuk menyelesikan masalah konflik Arab-Israel.
1993 Sept. PLO-Israel menyatakan saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel memberi hak otonomi kepada PLO kota Yericho dan Gaza. Pengakuan itu mendapat reaksi kecaman keras dari pihak Radikal Israel maupunkelompok kelompok Palestina yang tidak setuju.
Pada akhir September 2000, pecah lagi kerusuhan di Tepi Barat dan Jalur Gaza terutama diwilayah-wilayah yang diduduki tentara Israel. Kerusuhan ini menimbulkan korban manusia,kehancuran prasarana dan tragedi kemanusiaan. DK PBB kembali mengeluarkan Resolusi No1397 (2002) yang menyerukan penghentian tindakan kekerasan dan menegaskan kembali visiPBB yakni terwujudnya dua negara di wilayah itu: Palestina dan Israel.
Mundurnya Israel dari wilayah-wilayah Arab yang diduduki dan terselesaikannya masalahpengungsi Palestina secara adil, menjadi inti dari penyelesaian konflik Arab-Israel. Belum semuaResolusi PBB terlaksana, pecah perang lagi antara Arab-Israel pada Juli tahun ini. Perang inidiakhiri dengan Resolusi PBB No 1701 (2006) yang intinya: Israel harus menghentikan operasimeliter dan menarik diri dari wilayah Lebanon, Hizbullah menghentikan serangannya ke Israel,dan pembentukan pasukan perdamaian.

Pada 14 April 2009, Utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, George Mitchell menekankanpenyelesaian dua negara bagi konflik antara Israel dan Palestina. George Mitchell pada saat itubertemu dengan para pejabat penting di wilayah-wilayah Israel dan Palestina, dan juga Mesir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar